Selasa, 25 Desember 2012




Kumpulan pepatah jawa dan ada artinya yang kurang mengerti penggunaan bahasanya.

Mburu uceng kelangan dheleg - Untuk menyatakan ketika mencari yang kecil justu kehilangan yang lebih beharga.
Esok dhele sore tempe - Untuk menyatakan orang yang mudah terbawa angin dan tidak punya pendirian.
Cecak nguntal cagak - Untuk menyatakan suatu keinginan yang tidak seimbang dengan kekuatan.
Cincing-cincing mekso klebus - Untuk menyatakan maunya irit tapi boros.
Koyo banyu karo lengo - Untuk menyatakan orang yang tidak bisa rukun dan akur.
Diwenehi ati ngrogoh rempela - Untuk menyatakan orang yang tidak bersyukur ketika diberi.
Emban cindhe emban siladan - Untuk menyatakan orang yang pilih kasih dalam memberi atau membela.
Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko - Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
Ojo Adigang, Adigung, Adiguna - Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti
Ojo Milik Barang Kang elok - Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah
Aja Mangro Mundak Kendo - Jangan berfikir mendua agar tidak luntur niat dan semangat.
Kegedhen empyak kurang cagak - Untuk menyatakan punya cita cita yang besar tetapi tidak punya kemampuan yang cukup.
Milih milih tebu oleh boleng - Untuk menyatakan terlalu banyak pertimbangan yang akhirnya justru mendapat yang tidak baik.
Kakehan gludug ora udan - Untuk menyatakan orang yang banyak bicara tetapi hasilnya tidak tampak.
Kumpulan pepatah bahasa jawa tanpa arti dalam bahasa indonesia
Ajining Diri Soko Lathi, Ajining Rogo Soko Busono
Urip Sadermo Nglakoni Tumekaning Takdir
Sak Bejo-bejone Wong Kang Lali Isih Bejo Wong Kang Eling Lan Waspodo
Wong jowo ilang jawane
Becik ketitik olo ketoro
Kacang manut lanjaran
Becik ketitik olo ketoro
Kacang manut lanjaran
Nandur ngunduh, tlaten panen
Mendhem njero mikul nduwur
Jer basuki mawa beyo
Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani
Witing tresno jalaran soko kulino
Nandur ngunduh, tlaten panen
Mendhem njero mikul nduwur
Jer basuki mawa beyo
Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani
Witing tresno jalaran soko kulino
Wong Sing Rumongso Pinter Tondo Yen Bodho

Kamis, 13 Desember 2012

MUARA BUNGO POENYA GAYA

Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP

Nasir sudah menjadi tukang bubur

Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus

Tak ada maling yang tak retak

Alonalon asal kelakson

Karena nila setitik rusak susunya

Cepat kaki, ringan tangan

Tak ada rotan Raam Punjabi

Uang bukan segalanya ……….. masih ada Mastercard & Visa.

Kita seharusnya menyukai binatang ……….. mereka rasanya lezat.

Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang.

Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out.

Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, yang enaK-enak pangkal paha, rame-rame pangkalan ojek.

Ada ubi ada talas. Ada Budi ada Anduk.

Uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga.

Semut di seberang lautan keliatan, gajah di pelupuk mata kelilipan.

Cinta ditolak, dukun beranak.

Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa.

Sedikit demi sedikit lama lama bosan.

Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatuhan durian malah seneng.

Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh.

Bersatu kita teguh, bercerai kita masuk infotainment (motto selebritis).

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sama-sama berat mending dipaketin aja.

Air susu dibalas Air Supply.

Sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro.

Sate padang sebelum hujan.

Buruk rupa, cermin pun disalahkan.

Ringan sama dipikul, berat minta dibawain.

Single itu prinsip, jomblo itu nasib.

Wong ompong nyaring bunyinya.

Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP.

Nasir sudah menjadi tukang bubur.

Dimana ada jalan, disitu banyak mobil.

Bagai kacang lupa atomnya.

Bagai buah simalakama, tidak dimakan Ibu mati, dimakan Bapak kimpoi lagi.

Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga.

Buruk muka nggak masuk majalah.

Ada uang ada barang, nggak ada uang rampok bank.

Jauh di angkot, dekat naik ojek.

Air beriak tanda ada yang tenggelam.

Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan.

Besar pasal daripada tilang.

Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi.

Jangan ada janda di antara kita.

Air beriak tanda ada yang boker.

Tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar.

Ada udang di balik tepung kentucky.

Bagai telur di ujung handuk.

Bagaikan Jemuran tertiup angin.

Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan.

Anjing menggonggong, maling kulkas berlalu.

Habis kumis, cukur dibuang.

Malu berak, sesak di jalan.

Surga anak ada di telapak kaki ibu, surga bapak ada di antara kaki ibu.

Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti.

Karena sperma setitik, bengkak perut tetangga.

Guru kencing jongkok, murid berlari ngintip.

Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab.

Maksud hati memeluk Nunung, apa daya keburu digampar Badrun.

Dimana ada kemauan, di situ ada kemaluan.

Dunia maya tak selebar monitor.

Malu bertanya, sesat di jalan. Besar kemaluan, susah berjalan.

Hematlah air ……… mandilah berdua di bawah shower bersama kekasih.

"Barang siapa yang menghambur-hamburkan SMS-mu dan menggunakan Pulsamu dengan sia-sia maka merugilah mereka dihari penagihannya". (An-Nokia ; ayat 3310).

Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat …… di belakang setiap pria yg tdk sukses ada 2 wanita.

Takkan lari Nunung dikejar

Sambil menyelam buang air

Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab

Wong ompong nyaring bunyinya

Air susu dibalas dengan Air Mail

Maksud hati memeluk Nunung apa daya keburu digampar

Cintailah tetangga …….. memang rumput tetangga lebih hijau.

Orang bijaksana tidak menikah …….. setelah menikah mereka menjadi bijak sana & bijak sini.

Ketika masih sekolah kusadari, "Rajin Pangkal Pandai". Saat sudah bekerja ku yakini, "Hemat Pangkal Kaya". Setelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha"

Cinta itu photogenic ……. dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang.

Berita hari ini:
Seorang ibu & anaknya tewas akibat tersambar petir.
Kini polisi sedang berusaha untuk mengejar petir tsb.

Pakaian itu adalah pagar pelindung …… pagar harusnya hanya melindungi bukan menghalangi pemandangan yang indah.

Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu ……. semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa …… semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu …… jadi kenapa kita sibuk belajar?

Masa depan tergantung pada impian kamu ……. maka pergilah tidur saja sekarang..